A Pengertian Akuntabilitas (Accountability) Akuntabilitas (accountability) adalah sebuah konsep etika yang berhubungan dengan kemampuan menjelaskan keputusan yang diambil dan aktivitas yang dilakukan. Akuntabilitas juga diartikan sebagai sistem kontrol tanggung jawab atas tugas dan fungsi masing-masing jabatan. Jadiwirausaha itu mengarah kepada orang yang melakukanusaha/kegiatan sendiri dengan segala kemampuan yang dimilikinya.Sedangkan kewirausahaan menunjuk kepada sikap mental yang dimilikiseorang wirausaha dalam melaksanakan usaha/kegiatan.Kewirausahaan dilihat dari sumber daya yang ada di dalamnyaadalah seseorang yang membawa sumber daya POWERAND LEADERSHIP. Power (Kekuasaan) adalah kemampuan seseorang atau kelompok untuk mempengaruhi tingkah laku orang atau kelompok lain sesuai dengan keinginan dari pelaku. Sumber-sumber power terbagi 2 macam yaitu Formal Power dan Personal Power. 1. KomunikasiSosial. Komunikasi sosial sejatinya aturan dalam arti interaksi sosial, seperti memulai percakapan, mengambil giliran untuk berbicara, dan menggunakan isyarat nonverbal. Oleh karena itulah prihal ini adanya komunikasi sosial juga dapat dianggap kombinasi antara interaksi sosial, kognisi sosial, pragmatik, dan bahasa reseptif/ekspresif. Selanjutnyakeadilan merupakan kata kunci dalam aktivitas bisnis, dikarenakan ini berhubungan dengan pembagian barang dan jasa yang terbatas kepada semua orang. Dasar teori ekonomi adalah, bagaimana setiap orang memaksimalkan keuntungan atau kegunaan maupun pemenuhan kebutuhannya dari barang dan jasa yang terbatas. Bacajuga: Bertemu Presiden Jokowi, Sekjen Liga Islam Dunia Puji Toleransi di Indonesia. Berikut manfaat-manfaat tujuan toleransi: Meningkatkan rasa persaudaraan. Dengan sikap toleransi yang dimiliki seseorang akan meningkatkan rasa persaudaraan. Akan timbul rasa kasih sayang kepada sesama meski memiliki perbedaan. Pujisyukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena berkat Rahmat dan karunia-Nya kami dapat menyelesaikan tugas laporan akhir Character Building Pancasila yang berjudul “Kegiatan Pendampingan Bagi Kelompok Marginal” dengan baik dan benar sesuai dengan prosedur yang telah diberikan serta dapat selesai sesuai waktu yang ditentukan. Kepemimpinanadalah keunggulan seseorang atau beberapa individu dalam kelompok, dalam proses mengontrol gejala-gejala social.Brown (1936) berpendapat bahwa pemimpin tidak dapat dipisahkan dari kelompok, akan tetapi boleh dipandang sebagai suatu posisi dengan potensi tinggi di lapangan. Dalam hal sama, Krech dan Crutchfield memandang Nilainilai kepemimpinan interaktif meliputi bersikap , rendah hati,merangkul semua orang, membina hubungan, dan peduli. Berkaitan dengan proses membagi tugas ke dalam suatu unit-unit tugas yang secara berturut-turut lebih kecil. Manfaat mengorganisasikan tugas adalah kelompok orang yang bekerja sama dalam suatu pembagian kerja mampu Berikutadalah manfaat sikap adil antara lain sebagai berikut: Mencegah perpecahan, maksudnya ialah jika bersikap tidak adil maka akan terjadi perselisihan. Mempermudah segala urusan, maksudnya ialah mereka yang adil akan menempatkan segala hal sesuai porsinya tanpa ada penyimpangan sehingga tidak memiliki beban yang harus dipikul. KoordinatorKomite Pemilih Indonesia (TePI) Jeirry Sumampow menilai bagus jika verifikasi keanggotaan parpol calon peserta pemilu 2019 menggunakan sistem sensus. Pujiserta syukur saya panjatkan kehadirat Allah SWT, karena atas rahmat dan karunia-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan Tugas ini dengan judul “TRANSFER PRICING DALAM PRAKTEK PERPAJAKAN INTERNASIONAL” tepat pada waktunya. Adapun maksud dan tujuan dari Makalah ini adalah untuk memenuhi tugas Sofskill Mata Kuliah Akuntansi Tenagakeperawatan secara fungsional mengelola pelayanan keperawatan termasuk perlengkapan, peralatan dan lingkungan.Disamping itu membimbing petugas kesehatan yang berpendidikan lebih rendah, bertanggung-jawab dalam hal administrasi keperawatan baik di masyarakat maupun di dalam institusi dalam mengelola pelayanan keperawatan untuk pasien, A Bersikap kritis dan teliti. Maksud dari simbol ini adalah bahwa adat istiadat yang ditularkan oleh nenek moyang kita adalah benar adanya dan dapat membawa manfaat yang baik bagi diri kita sendiri untuk masa kini dan kedepannya. Penduduk yang heterogen adalah masyaarakat yang terdiri atas kelompok- kelompok sosial yang mempunyai latar IndischePartij pada awalnya merupakan sebuah organisasi politik, yang kemudian tumbuh menjadi partai politik. Perlu Sedulur ketahui, partai ini merupakan partai pertama di Hindia-Belanda (Nama Indonesia sebelum dibawah penjajahan Belanda). Partai ini pun sangat militan dan memutuskan untuk bersikap non-kooperatif dengan pemeritah kolonial Belanda. gXtT. Manfaat bersikap adil saat membagi tugas kelompok adalah? a. pendapat yang kita berikan dihargai orang lain b. keputusan disepakati oleh seluruh kelas c. setiap anggota kelompok dapat mengerjakan bagian masing-masing dengan baik d. lebih memahami pelajaran dan selalu siap ketika ditanya guru Semua jawaban benar Jawaban C. c. setiap anggota kelompok dapat mengerjakan bagian masing-masing dengan baik Dilansir dari Encyclopedia Britannica, manfaat bersikap adil saat membagi tugas kelompok adalah c. setiap anggota kelompok dapat mengerjakan bagian masing-masing dengan baik. Mengakui bahwa Indonesia adalah negara yang merdeka dan tidak tergantung negara lain merupakan sikap yang sesuai makna sila kelima, yaitu? Back to top button Sikap adil memang sudah diajarkan kepada kita sejak kecil, terutama bila kita memiliki saudara kandung. Rasanya, kata adil sudah menjadi bagian dalam kehidupan kita sehari-hari. Sayangnya, kita sering lupa untuk bersikap adil dalam kondisi tertentu. Padahal, ada manfaat bersikap adil yang bisa kita dapatkan, lho. Faktanya, keadilan sering dianggap sebagai hal yang remeh. Adil sebenarnya merupakan salah satu sikap mulia. Apalagi ketika kita dipercayakan sebagai ketua atau pemimpin, keadilan sudah menjadi kebutuhan anggotanya. Tak hanya pemimpin, semua orang juga harus mengetahui pentingnya bersikap adil dalam kehidupan sehari-hari. Pengertian Sikap Adil Secara etimologi, kata adil berasal dari bahasa Arab, artinya berada di tengah-tengah, jujur, lurus dan tulus. Sedangkan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia KBBI, adil adalah sama berat, tidak berat sebelah dan tidak memihak. Tak hanya itu, adil berarti kita bertindak secara objektif berdasarkan kebenaran yang umum general truth. Karena itu, keadilan sering dilambangkan dengan neraca timbangan dengan berat yang seimbang. Kedua neraca tersebut tidak diisi dengan benda yang jumlahnya sama, bisa saja berbeda asal bobot kedua neraca itu tetap seimbang. Baca Juga Peran Norma dalam Mewujudkan Keadilan Pertanyaannya, mengapa kita harus bersikap adil? Tujuannya sederhana, agar kita hidup dengan harmonis bersama orang-orang di sekitar kita. Faktanya, pertentangan dan konflik yang terjadi disebabkan karena tidak adanya sikap adil atau keadilan. Keadilan yang diciptakan setidaknya menjadi angin segar yang bisa membantu menyelesaikan masalah atau konflik yang terjadi. Sikap adil tentu merupakan perbuatan mulia yang harus dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. Lagipula, tak ada ruginya bersikap adil dan tidak berat sebelah karena ada berbagai manfaat yang bisa kita dapatkan. Memangnya, Apa saja manfaat bersikap adil dalam kehidupan sehari-hari? 1. Mencegah Perpecahan Sikap adil memang umum dilakukan dalam kehidupan bersosial dan bermasyarakat. Manusia adalah makhluk sosial, di mana mereka tidak bisa hidup tanpa perilaku sosial dan berinteraksi dengan orang lain. Ketika berinteraksi, ada resiko perpecahan yang bisa muncul akibat tidak adanya keadilan. Oleh karena itu, kita harus memupuk rasa adil dan melakukannya ketika berinteraksi agar keharmonisan tetap terjaga. Apalagi sebagai pemimpin, sikap adil sangat dibutuhkan sehingga timnya tidak mengalami perpecahan. Perpecahan biasanya timbul karena kontroversi, dan kontroversi sendiri hadir salah satunya karena ketidakadilan. Baca Juga Disintegrasi Bangsa dan Berbagai Penyebabnya 2. Memudahkan Segala Urusan Siapa sih, yang tidak ingin urusannya dipermudah? Inilah manfaat bersikap adil kedua yang harus diketahui. Orang adil biasanya membagikan atau mendelegasikan beban pekerjaan sesuai dengan porsinya, sehingga tidak ada penyimpangan atau protes terhadap beban yang ditanggung. Orang yang adil ini akhirnya dipuji oleh sekitarnya. Akibatnya, semua urusannya dipermudah, dan pekerjaan yang dilakukan dalam timnya pun bisa selesai dengan baik. 3. Mengurangi Kecemburuan Sosial Kecemburuan sosial biasanya terjadi karena ada lapisan masyarakat yang mendapatkan hak yang tidak seharusnya. Inilah alasan mengapa seorang pemimpin harus mempraktekkan keadilan dalam kehidupan mereka. Pemimpin yang adil akan memperhatikan hak dan kewajiban masyarakatnya, sesuai dengan kondisi mereka masing-masing. Apabila hak dan kewajiban dipenuhi secara adil, kecemburuan sosial pun berkurang sehingga tidak memicu konflik yang lebih jauh. Kehidupan bermasyarakat pun menjadi lebih harmonis dan tertata. Baca Juga Permasalahan Dalam Keberagaman Masyarakat Jadi, bagaimana? Besar sekali manfaat yang didapatkan dari bersikap adil, bukan? Karena itu, jadikan sikap adil sebagai bagian dari kehidupan kita sehingga ada manfaat yang didapatkan. Kalau kamu ingin belajar PPKN lebih lanjut, Kelas Pintar menyediakan layanan bimbel online yang bisa kamu gunakan. Kamu juga bisa menggunakan fitur TANYA apabila kamu ingin berdiskusi soal pelajaran yang belum kamu kuasai. Ada juga fitur SOAL dari Kelas Pintar yang bisa membantu menguji sejauh mana pemahaman PPKN kamu. Menarik, bukan? Tunggu apalagi, ayo belajar bersama Kelas Pintar. Please follow and like us Kelas Pintar adalah salah satu partner Kemendikbud yang menyediakan sistem pendukung edukasi di era digital yang menggunakan teknologi terkini untuk membantu murid dan guru dalam menciptakan praktik belajar mengajar terbaik. Related Topicsbersikap adilmanfaat bersikap adil Oleh Bambang Supiansyah, Kepala Bidang Pendidikan dan Pelatihan BKD Bukan rahasia umum bahwa konflik adalah suatu yang desdruktif / merusak, karena itu sedapat mungkin konflik tersebut harus dihindari, namun fakta menunjukan bahwa dengan adanya konflik dapat memicu banyak kemajuan, inovasi dan kreatifitas, hal ini bila ditinjau dari segi positifnya konflik, tetapi kalau konflik tersebut ditinjau dari segi negatifnya, konflik itu akan memicu suatu kehancuran yang lambat laun akan mengakibatkan salah satu kelompok akan hancur. Dari sini timbul pertanyaan “bagaimana kita menyikapi konflik?”. Sebelum menjawab pertanyaan tersebut terlebih dahulu kita harus mengenal terlebih dahulu apa definisi dari konflik. Menurut sebagian para ahli konflik adalah perilaku anggota organisasi yang di curahkan untuk beroposisi terhadap anggota lainnya, selain itu ada juga yang mengatakan konflik adalah pertentangan yang terjadi ketika kepentingan salah satu kelompok dihalang-halangi, atau disingkirkan oleh kepentingan kelompok lain. Dari dua definisi tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa sebenarnya konflik itu adalah adanya dua kelompok yang saling bertentangan baik secara terbuka maupun latent tertutup. Konflik itu kadang-kadang merupakan suatu yang sangat perlu dalam suatu organisasi, tapi konflik yang bagaimana? Tentu saja konflik yang dapat merangsang perubahan dalam organisasi dan dapat menolong organisasi untuk secara terus menerus belajar learning, namun tidak semua konflik akan menciptakan perubahan yang positif. Konflik yang mampu merangsang perubahan hanyalah konflik yang lazim disebut konflik fungsional. Disini seorang leader/manager/pemimpin dituntut agar berperan besar untuk membuat dan membawa kearah konflik yang fungsional bukan membawa kearah konflik yang desdruktif/merusak. Sumber Konflik yang fungsional akan merangsang organisasi menjadi kritis terhadap perubahan-perubahan yang selalu terjadi baik itu dari dalam intern maupun dari luar ekstern dan lebih inovatif serta kreatif, sedangkan konflik yang desdruktif merusak hanya akan merangsang organisasi menjadi kacau balau dan tidak kooporatif. Kalau kita lihat atau kita tinjau dari sudut pandang tradisional konflik itu hanya akan merusak sehingga harus dihindari bahkan sama halnya dengan irasionalitas, kekerasan dan kehancuran. Jika dalam suatu organisasi timbul suatu konflik, maka manajemenlah yang dapat memadamkan konflik, seorang leader/manager/pemimpin/dituntut bertindak baik secara administrasi maupun manajemen. Bagaimana seorang leader/manajer bertindak secara administrasi bisa dilihat dari caranya mengatur dan menjalankan penyelenggaraan apa yang dikehendaki suatu organisasi, sedangkan tindakan manajemen dapat dilihat dari bagaimana cara seorang pemimpin dalam mengendalikan, mengarahkan dan memanfaatkan segala faktor dan sumber daya, baik itu manusia, bahan, peralatan dan lain-lain, yang berdasarkan perencanaan yang diperlukan untuk menyelesaikan atau mencapai suatu tujuan. Hal ini memang bukan tugas yang mudah, dari sini orang akan melihat bahkan dapat menilai peranan seorang pemimpin khususnya pemimpin hirarki yang berperan sebagai wasit atas pemutus pertentangan dalam organisasi secara efektif. Didalam melaksanakan tugasnya pemimpin yang satu dengan yang lainnya selalu ada perbedaan-perbedaan tertentu. Sikap dan tindak tanduk seorang pemimpin akan terlihat justru dalam caranya melakukan pekerjaan kepemimpinannya leadership seperti misalnya sewaktu dia memberi perintah kepada bawahannya, caranya menegur kesalahan-kesalahan bawahan, caranya memimpin rapat, cara berkomunikasinya, caranya menegakkan disiplin pada para bawahannya, cara merekomendasikan kegiatan yang sifatnya training kepada bawahan, dan sebagainya. Terkadang dalam merekomendasikan tugas kepada bawahan tidak sesuai dengan apa sebenarnya tugas pokok dan fungsi bawahan tersebut, sering kita lihat cara seorang pemimpin merekomendasikan suatu tugas pekerjaan, sesuaikah tugas yang diberikan kepada bawahan tersebut, karena jika rekomendasi tugas tersebut terjadi ketidaksesuaian tugas pokok dan fungsi si penerima tugas, hal inilah yang nantinya akan membuat suatu pekerjaan didalam suatu organisasi menjadi kebingungan akan wewenang kelompoknya. Hal seperti ini akan sangat mempengaruhi keberhasilan seorang pemimpin Leader dalam merubah perilaku pengikut atau bawahannya. Belum lagi pendapat atasan yang terkadang beranggapan bahwa staf/pegawai/bawahan itu adalah orang yang pasif, malas, tidak berambisi untuk maju, takut memikul tanggung jawab, baru bekerja setelah ada peringatan dari atasan, pendapat seperti ini sebaiknya ditinjau kembali oleh semua atasan atau pemimpin, karena ada satu pendapat para ahli managemen terutama managemen Sumber Daya Manusia ”Tidak ada satu orang staf pun yang bodoh, tetapi yang bodoh itu adalah manager pengelola SDM nya itu sendiri” , karena jika sumber daya manusia tersebut ditempatkan sesuai dengan kompetensinya atau keahliannya, maka akan terlihatlah kemampuan yang sebenarnya dari orang tersebut. Memang staf atau bawahan memiliki bermacam-macam karakteristik dan kompetensi. Pemimpin harus jeli dalam menilai para bawahan atau staf dalam organisasi, staf atau bawahan itu dalam melaksanakan pekerjaan yang di berikan oleh atasannya memiliki karakteristik seperti yang sering kita lihat dalam suatu organisasi, ada bawahan yang memiliki kemampuan tapi tidak memiliki kemauan untuk bekerja, yang parah lagi ada bawahan yang tidak memiliki kemampuan bahkan dibarengi tidak memiliki kemauan untuk bekerja, ada yang tidak mampu namun juga dibarengi tidak ada kemauan untuk bekerja, tetapi ada juga karyawan itu yang mampu bahkan dibarengi adanya kemauan untuk bekerja. Kesemua itu tergantung pendekatan para pimpinan atau manager dalam mengelola sumber daya manusia yang tersedia. Bagaimana menghadapi karakteristik individu dalam organisasi? akan dibahas pada penulisan selanjutnya Dokumen BKD Kabupaten Kotawaringin Timur “salah satu jiwa kebersamaan yang tertanam pada organisasi” Kepemimpinan itu adalah seni dan kemampuan seseorang untuk mempengaruhi orang lain, dalam artian seorang pemimpin itu mampu menggunakan kekuasaan secara efektif dan bertanggung jawab, seorang pemimpin mampu memahami manusia, bahwa manusia itu mempunyai perbedaan, kekuatan motivasi dalam waktu yang berbeda dan situasi yang berbeda pula, pemimpin itu mampu menggali inspirasi bawahan, dan pemimpin itu mampu menciptakan dan mengembangkan iklim serta situasi yang kondusif agar bawahan mau memberikan kreativitas dan kemampuan terbaiknya. Menurut pendapat seorang ahli Louis “sumber yang dapat memicu konflik dalam organisasi adalah sebagai berikut Pertama “konlik terjadi karena saling ketergantungan”, dalam menjalankan tugasnya antara unit yang satu dengan yang lainnya saling ketergantungan, sehingga terjadi kompetisi dalam memperebutkan otonomi dan koordinasi. Masing-masing unit akan memperjuangkan otonomi yang lebih besar untuk kepentingan unitnya. Langkah ini akan berbenturan dengan langkah dan keinginan organisasi dalam melakukan koordinasi. Semakin tinggi tingkat koordinasi dalam memperjuangkan otonomi, maka semakin tinggi pula potensi konflik apakah itu antar individu, kelompok maupun antar unit-unit dalam organisasi. Kedua “sumber empuk pemicu konflik dalam organisasi lainnya adalah adanya perbedaan dalam menetapkan prioritas dan tujuan”, dimana masing-masing unit pada umumnya hanya memperjuangkan kepentingan dan tujuan dari unitnya masing-masing tanpa memperhatikan tujuan dari unit lain hal seperti ini hanya akan memicu konflik antar unit dalam organisasi menjadi subur. Ketiga Faktor-faktor birokrasi, terkadang ada kesalahan dalam mendesain birokrasi, kesalahan dalam desain birokrasi dan prosedur ini adalah sumber empuk konflik yang sangat potensial dalam organisasi. Keempat Ukuran kinerja yang tidak sesuai, hal ini masih berkaitan dengan faktor-faktor birokrasi, hanya saja ini menyangkut tatacara melakukan monitoring, evaluasi dan penghargaan yang berbeda antar unit satu dengan yang lainnya, yang pada akhirnya bisa menimbulkan kecemburuan social antar unit, dan pemicu konflik ideal. Kelima Memperebutkan sumber daya yang langka, hal ini sangat erat hubungannya dengan ketersediaan sarana-sarana pendukung yang langka sehingga setiap unit saling berebut pendukung yang langka sehingga setiap unit saling berebut untuk mendukung operasi unitnya masing-masing. Dari uraian di atas kita akan tahu apa yang menyebabkan konflik, dinamika dan peranannya dalam organisasi. Ada pertanyaan kita dapat, bagaimana kita mengendalikan, menguasai dan mengatasi konflik yang berperanan negatif maupun positif tersebut? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, berikut ada beberapa strategi dalam pengendalian konflik organisasi diantaranya dengan menerapkan strategi sebagai berikut Starategi pertama dengan cara Penghindaran advidance atau penarikan diri, strategi ini meliputi ketidak acuhan umum terhadap sebab-sebab dari konflik dengan membiarkan konflik berlangsung terus menerus pada tingkat bawah, kondisi-kondisi yang terkendali hanya pada bagian tertentu saja, bahkan bisa berupa sebaliknya konflik akan semakin memburuk. Metode yang digunakan diantaranya seolah-olah tidak memperhatikan adanya konflik, dengan cara pemisahan secara fisik dan mengadakan interaksi terbatas. Starategi kedua dengan cara Memecah dan menyebar diffusion, cara ini pemimpin dalam mengambil keputusan harus sedikit bersabar menunggu sampai konflik diantara dua kelompok menjadi berkurang emosionalnya. Strategi ketiga dengan cara Penyesuaian diri accommodation, dalam strategi ini paling tidak salah satu pihak yang terlibat konflik usahakan untuk menempatkan kepentingan pihak lain diatas kepentingan diri atau kelompoknya. Strategi keempat dengan cara mendesain kembali Birokrasi dan reorganisasi, strategi ini mengandalkan otoritas formal dan kepatuhan pada peraturan-peraturan organisasi yang berlaku, personal control pengendalian diri akan diganti dengan hukum birokratik, ada restruktur atau struktur organisasi harus dirancang kembali untuk mengurangi konflik. Strategi kelima dengan cara Perundingan, strategi ini biasanya erat dengan hubungannya dengan sumber-sumber yang ada, sehingga akan menimbulkan persaingan antar kelompok yang berkepentingan dengan hal tersebut. Untuk mengatasi hal tersebut maka sumber harus ditingkatkan, atau tuntutan dari pihak-pihak yang bersaing harus diturunkan, dengan mengadakan perundingan-perundingan. Strategi keenam dengan Konfrontasi dan kolaborasi, strategi ini sumber konflik dicari, didiskusikan dan bisa ditemukan, dimana ditekankan sekali betapa pentingnya kebersamaan dari kelompok yang konflik. Dari uraian diatas tipe pemimpin yang bagaimana yang bisa mengendalikan konflik baik itu antar individu maupun antar unit/kelompok? untuk itu marilah kita telaah beberapa sifat kepemimpinan warisan tradisional yang perlu atau diperagakan oleh setiap pemimpin yang biasa disebut dengan istilah Hasthabrata. Pandangan ini bertitik tolak dengan sifat-sifat yang ada pada alam diantaranya adalah Pemimpin bisa menjadi Matahari Surya, dalam keseharian kita selalu menikmati sinar surya atau mentari yang bersifat panas, penuh dengan energy, matahari adalah sumber kehidupan. Tanpa matahari maka akan berakhirlah segala bentuk kehidupan, demikian juga dengan pemimpin hendaknya dapat memberi semangat kepada bawahan sehingga suasana menjadi hidup, enerjik dan penuh kreativitas dan dinamika. Seorang pemimpin hendaknya dapat menimbulkan kinerja pada orang yang dipimpinnya. Pemimpin dapat bersifat laksana Bulan Candra, yang mempunyai sifat indah, sejuk, menawan dan mampu menerangi kegelapan. Sebagai seorang pemimpin hendaknya dapat memberikan keteduhan dan ketentraman batin bagi anak buahnya, dapat memecahkan persoalan yang dihadapi bawahannya baik itu persoalan yang dihadapi bawahannya baik itu peroalan dinas maupun pribadi. Dengan demikian seorang pemimpin akan dikagumi oleh anak buahnya. Pemimpin dapat bersifat laksana Bintang kartika, yang merupakan petunjuk bagi mereka yang kehilangan arah, bintang bersifat sebagai pedoman bagi manusia yang memerlukannya. Begitu juga dengan pemimpin hendaknya tingkah laku dan perbuatannya patut diteladani, dapat dijadikan arah bagi tujuan individu, kelompok maupun organisasi. Pemimpin dapat bersifat laksana Angin Bayu, yang memiliki sifat merata, dan dapat mengisi setiap ruang yang kosong. Angin mampu menembus dan masuk kesegala tempat. Pemimpin hendaknya bersifat teliti, cermat dan dapat menyelami segala kehidupan anak buahnya. Pemimpin hendaknya mampu mengumpulkan data yang tepat dan akurat sehingga keputusan yang diambil lebih bijaksana. Pemimpin dapat bersifat laksana Awan Mega, yang memiliki sifat menakutkan. Tetapi apabila awan berubah menjadi hujan, maka akan memberikan kesegaran dan kehidupan, begitulah pemimpin hendaknya dapat bermanfaat bagi anak buahnya. Pemimpin dapat bersifat laksana Api Dahana, yang bersifat tegak dan tidak pandang bulu. Siapa yang mendekat akan hangus terbakar. Begitulah seorang pemimpin hendaknya memiliki suatu prinsip. Kata-kata dapat dipegang, konsekuen dan penuh tanggung jawab atas semua perbuatannya. Ia bersifat adil, tidak pilih kasih, siapa yang salah dihukum dan siapa yang berhasil diberi penghargaan. Artinya Pemimpin hendaknya bersifat tegas. Pemimpin dapat bersifat laksana Lautan Samudra, samudra itu bersifat luas, dapat memuat apa saja bahkan bisa untuk menampung segala benda. Seorang pemimpin hendaknya memiliki pandangan yang luas, sabar, artinya seorang pemimpin itu mampu menampung segala macam persoalan dan mampu mencari penyelesaian. Dan yang terakhir adalah bahwa Pemimpin dapat bersifat laksana Bumi Bantala, bumi bersifat kokoh dan sentosa, dia dapat menghancurkan segala macam barang yang tak berguna menjadi bermanfaat. Artinya Pemimpin hendaknya bersifat luhur dan sentosa budinya, jujur dan mampu memanfaatkan situasi dan kondisi. Demikian sifat-sifat pemimpin yang diharapkan bisa menanggulangi konflik yang ada pada organisasi yang dipimpinnya, mungkin dari tulisan tersebut diatas ada sedikit yang bisa menjadi masukan seorang pemimpin dalam memecahkan suatu masalah dalam kemelut kepemimpinan yang rumit dan yang menuntut tanggung jawab yang penuh untuk keberhasilan dalam mencapai tujuan individu, kelompok maupun organisasi yang telah ditetapkan. Untuk direnungkan, penulis disini menuliskan satu kalimat bijak, mungkin kata-kata bijak ini bisa untuk menjadi rambu-rambu untuk para pemimpin dalam membuat suatu keputusan dalam mencapai tujuan bersama dalam organisasi . Sumber Penulisan Manajemen SDM Salemba Empat 2006 Kepemimpinan UT 2002 Administrasi Kepegawaian UT 1996 Perilaku Organisasi UT 2002 Psikologi Sosial UT 2000 Jelaskan Pengertian Adil!, Foto Pixabay Keadilan perlu diterapkan di setiap lingkungan, mulai dari dalam keluarga di rumah, sekolah, kampus, sampai masyarakat. Untuk menegakkan keadilan kamu harus mampu jelaskan pengertian adil terlebih Pengertian Adil! Berdasarkan buku Pendidikan Kewarganegaraan, Drs. Hasim M., 200285, adil berasal dari bahasa Arab, yang berarti lurus, berada di tengah-tengah, tulus, dan terminologis, adil mengandung makna suatu sikap yang bebas dari ketidakjujuran dan demikian, pengertian adil adalah tindakan yang didasarkan pada peraturan hukum yang berlaku dan bebas dari segala bentuk manipulasi maupun yang bersikap adil adalah orang yang menjalani kehidupan dengan sesama sesuai hukum agama, hukum negara, dan hukum adat yang dari KeadilanManfaat dari Keadilan, Foto Pixabay Setiap agama dan adat mengajarkan keadilan untuk diterapkan di dalam kehidupan sehari-hari. Berikut sejumlah manfaat yang bisa diperoleh dari penerapannyaMenghindarkan PerselisihanSebagai pilar dari persatuan, sikap adil perlu diterapkan di dalam suatu kelompok atau organisasi. Tanpa adanya keadilan, suatu kelompok memiliki risiko yang tinggi untuk terpecah belah, bahkan di dalam beberapa kasus sampai menumpahkan Kecemburuan SosialPenerapan keadilan di tengah masyarakat juga mampu memudarkan, bahkan memusnahkah kecemburuan sosial. Hal ini sangat penting untuk dipahami dan dilakukan oleh para pemimpin, agar masyarakat bisa hidup berdampingan dengan Setiap AktivitasJika seluruh elemen masyarakat menerapkan keadilan dan menjaganya dengan sepenuh hati, maka semua bentuk aktivitas masyarakat akan berjalan dengan lancar. Karena dengan adanya keadilan, tidak akan diskriminasi yang menyulitkan setiap Perilaku AdilSetelah memahami pengertian dan manfaat dari penerapan keadilan, kamu juga perlu mengetahui contohnya agar bisa dipraktikkan di dalam kehidupan sehari-hari, antara lainMenjalin hubungan baik dengan semua orang tanpa membeda-bedakan ras, suku, agama, dan golongan. Jika kamu berasal dari suku Batak, maka jalinlah hubungan baik dengan teman-teman yang berasal dari suku Jawa, Bugis, dan lain-lain. Selain itu perlakukan juga mereka dengan tugas yang telah diterima dengan tanggung jawab penghargaan kepada setiap pihak yang telah berjasa di dalam berbagai hukuman kepada pihak mana pun yang melanggar mampu, bantu juga orang-orang yang membutuhkan, seperti fakir miskin, melalui lembaga umat Islam, menunaikan zakat harta jika telah mencapai kamu sudah bisa jelaskan pengertian adil lengkap dengan manfaat dan contohnya, bukan? BRP

manfaat bersikap adil saat membagi tugas kelompok adalah